Cakrawalanews.co-Pemerintah terus memacu percepatan pemulihan akses darat menuju puluhan wilayah yang terdampak bencana hidrometeorologi di Kabupaten Aceh Tengah.
Hingga pertengahan Januari 2026, sebanyak 24 desa yang tersebar di lima kecamatan masih terisolasi akibat dampak banjir bandang dan tanah longsor yang melanda sejak akhir November 2025. Data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tengah menunjukkan bahwa keterputusan akses ini memengaruhi kehidupan 10.914 jiwa di Kecamatan Bintang, Ketol, Silih Nara, Rusip Antara, dan Linge.
Juru Bicara Posko Penanganan Bencana Aceh, Murthalamuddin, mengungkapkan bahwa tantangan terbesar di lapangan adalah banyaknya jembatan yang putus serta timbunan longsor yang menutup badan jalan secara total.
Kecamatan Ketol menjadi wilayah yang paling terdampak dengan sembilan desa yang terisolasi, di mana mobilitas bagi 4.951 warga masih sangat terbatas.
Meski beberapa desa seperti Serempah dan Bah sudah mulai bisa ditembus kendaraan roda dua, kendaraan roda empat masih belum memungkinkan untuk melintas karena kondisi infrastruktur yang rusak berat.
Kondisi sulit juga terpantau di Kecamatan Bintang, khususnya di Desa Serule yang tertutup material longsor, serta di Silih Nara akibat ambruknya Jembatan Mulie dan Jembatan Gantung Langit.
Sementara itu, di Kecamatan Rusip Antara dan Linge, akses menuju belasan desa lainnya masih terhambat kerusakan jembatan vital seperti Jembatan Kala Ili. Meskipun akses roda dua mulai terbuka di beberapa titik, pengiriman bantuan skala besar menggunakan kendaraan roda empat masih terkendala medan yang belum sepenuhnya dibersihkan.
Pemerintah daerah saat ini memfokuskan pengerjaan pada pembukaan jalur darurat dan perbaikan jembatan sementara untuk memastikan distribusi logistik kembali lancar.
Murthalamuddin menegaskan bahwa pemulihan konektivitas adalah prioritas utama agar layanan dasar masyarakat tidak terhenti terlalu lama.
Melalui kerja sama lintas sektoral, pemerintah berkomitmen untuk menuntaskan pembersihan sisa bencana agar aktivitas ekonomi dan sosial di pedalaman Aceh Tengah dapat segera normal kembali.( wa/ar)












