Cakrawala EkonomiCakrawala NasionalCakrawala NewsHeadlineNasioanal

Pulihkan Sawah Terdampak Bencana di Sumatera, Pemerintah Gaji Petani Lewat Skema Padat Karya

×

Pulihkan Sawah Terdampak Bencana di Sumatera, Pemerintah Gaji Petani Lewat Skema Padat Karya

Sebarkan artikel ini
Mentan Amran Sulaiman
Mentan Amran Sulaiman

Cakrawalanews.co -​ Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa negara hadir untuk memulihkan sektor pertanian di wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat melalui skema padat karya.

Strategi ini dirancang agar para petani yang sawahnya terdampak bencana tetap memiliki pendapatan dengan cara bekerja memperbaiki lahan mereka sendiri. Mentan menjelaskan bahwa langkah ini merupakan instruksi langsung dari Presiden untuk memastikan produksi pangan nasional tidak terganggu sekaligus menjaga kesejahteraan petani di masa sulit.

​Dalam pelaksanaannya, pemerintah pusat menanggung seluruh biaya pemulihan, mulai dari upah harian bagi petani, penyediaan benih gratis, pengolahan tanah, hingga perbaikan infrastruktur irigasi.

Dengan cara ini, petani mendapatkan penghasilan harian yang cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga sambil menyiapkan lahan mereka agar bisa kembali produktif. Di Aceh saja, program ini ditargetkan menyerap hingga 200.000 hari orang kerja (HOK) untuk merehabilitasi sekitar 10.000 hektare sawah.

​Data Kementerian Pertanian mencatat total kerusakan lahan sawah akibat bencana alam di tiga provinsi tersebut mencapai 98.002 hektare.

Aceh menjadi wilayah terdampak paling luas dengan 54.233 hektare, disusul Sumatera Utara seluas 37.318 hektare, dan Sumatera Barat seluas 6.451 hektare. Dari total tersebut, terdapat 69.240 hektare lahan yang masuk dalam kategori rusak ringan hingga sedang yang menjadi prioritas utama pemulihan.

​Pemerintah menargetkan proses rehabilitasi untuk lahan dengan kerusakan ringan dan sedang ini dapat rampung maksimal dalam waktu tiga bulan.

Fokus pengerjaan pada tahap awal yang berlangsung selama Januari hingga Februari 2026 menyasar sekitar 13.708 hektare di ketiga provinsi tersebut.

Mentan Amran optimistis bahwa dengan mendahulukan lahan berkategori ringan dan sedang, sekitar 90 hingga 95 persen pemulihan lahan terdampak dapat diselesaikan lebih cepat sebelum berlanjut ke penanganan lahan yang rusak berat.( wa/ar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *