Cakrawala NasionalCakrawala NewsHeadlineNasioanal

Tenaga Gizi Jadi Pilar Utama Keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis

×

Tenaga Gizi Jadi Pilar Utama Keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis

Sebarkan artikel ini
MBG_00171
MBG_00171

Cakrawalanews.co  -terus memperkuat upaya melahirkan generasi sehat dan berkualitas melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Kementerian Kesehatan RI menegaskan bahwa keberhasilan program berskala nasional ini sangat bergantung pada peran strategis tenaga gizi dalam menjaga mutu nutrisi serta keamanan pangan bagi seluruh penerima manfaat.

​Ketua Tim Kerja Gizi Direktorat Pelayanan Kesehatan Keluarga Kemenkes RI, Yuni Zahraini, menyatakan bahwa penguatan kapasitas tenaga gizi menjadi kebutuhan mendesak. .

Hal ini sejalan dengan pemberlakuan Peraturan Presiden Nomor 115 Tahun 2025 tentang Tata Kelola MBG yang memperluas cakupan sasaran hingga mencakup ibu hamil, ibu menyusui, balita, serta anak usia sekolah. Dalam pertemuan penguatan kompetensi tenaga gizi di Jakarta

Yuni menekankan bahwa perluasan sasaran tersebut menuntut pengawasan ketat agar makanan yang disajikan benar-benar memenuhi standar kesehatan dan aman dikonsumsi.

​Kegiatan yang diikuti oleh ratusan ahli gizi dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), Dinas Kesehatan, serta Puskesmas ini bertujuan menyelaraskan pemahaman mengenai penyelenggaraan makanan dalam skala besar.

Yuni menjelaskan bahwa menyajikan makanan untuk massa membutuhkan standar yang jelas agar tetap memenuhi prinsip gizi seimbang sesuai kebutuhan kelompok usia.

Sinergi antara ahli gizi di SPPG dan tenaga kesehatan di Puskesmas dianggap krusial untuk saling mendampingi dan memfasilitasi implementasi program di lapangan agar berjalan optimal.

​Lebih lanjut, Program MBG dirancang sebagai bagian dari pemenuhan gizi sepanjang siklus hidup. Program ini melengkapi intervensi gizi yang sudah ada, seperti pemberian makanan tambahan bagi ibu hamil dengan kekurangan energi kronik (KEK) dan balita bermasalah gizi

. Berbeda dengan makanan tambahan yang bersifat pelengkap, makanan dalam program MBG berfungsi sebagai konsumsi utama harian bagi para sasaran.

​Sebagai langkah dukungan teknis, Kemenkes telah menyusun standar gizi nasional yang diserahkan kepada Badan Gizi Nasional (BGN). Standar ini mencakup pedoman kecukupan energi, protein, lemak, dan karbohidrat, serta pengaturan jadwal pemberian makanan. Selain aspek nutrisi, keamanan pangan juga menjadi prioritas utama.

Para tenaga gizi didorong untuk menerapkan prinsip Hazard Analysis and Critical Control Point (HACCP) dalam setiap tahapan, mulai dari pengolahan hingga penyajian dengan memanfaatkan pangan lokal.

Melalui pengawasan berkelanjutan, program ini diharapkan tidak hanya memperbaiki status gizi tetapi juga membangun budaya makan sehat di tengah masyarakat Indonesia ( wa/ar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *