Kepala Pusat Pengembangan Desa dan Daerah LPPM Unesa, Mufarrihul Hazin, menjelaskan bahwa fokus UVA tahun ini mendalami isu ketahanan pangan melalui lima indikator utama: inovasi, ketersediaan, akses, kebermanfaatan dan gizi, serta keberlanjutan program.
“Tahun ini adalah penyelenggaraan ketiga. Para finalis yang hadir merupakan inovator terbaik dari seleksi panjang dan kompetitif. Ke depan, mereka akan menjadi role model bagi desa lainnya,” jelasnya.
Apresiasi Kemendes PDTT
Direktur Pengembangan Sosial Budaya dan Lingkungan Desa dan Pedesaan Kemendes PDTT RI, Andrey Ikhsan Lubis, memberikan apresiasi, menekankan bahwa masa depan ketahanan pangan Indonesia berada di sawah, kebun, dan pekarangan desa.
“Para petani, nelayan, ibu-ibu penggerak pangan lokal, dan pemerintah desa adalah kekuatan sebenarnya,” tegasnya.
Tiga Desa Terbaik UVA 2025
Setelah dinilai oleh dewan juri yang terdiri dari Tatak Setiadi, Isnawati (Wakil Dekan I Fakultas Ketahanan Pangan Unesa), dan Lucky Kusuma Wardani (Kemendes PDTT RI), berikut adalah daftar tiga desa terbaik versi Unesa Village Awards 2025:
Juara 1: Desa Lutan Mahakan Ulu, Kalimantan Timur
Juara 2: Desa Cibiru Wetan, Bandung
Juara 3: Desa Sumbersari, Lamongan, Jawa Timur
Rangkaian acara ditutup dengan penandatanganan kerja sama program swasembada pangan desa binaan Unesa. Kolaborasi ini menegaskan bahwa UVA bukan hanya kompetisi, melainkan gerakan berkelanjutan yang diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi desa lain dalam menyongsong Indonesia Emas 2045. (Wa/infj)












