Para finalis, yang lolos setelah seleksi portofolio ketat, membawa praktik baik dari wilayah masing-masing, mulai dari inovasi pangan lokal, pemanfaatan lahan, hingga penguatan ekonomi berbasis komunitas. UVA tahun ini secara khusus mengusung tema Lomba Desa Swasembada Pangan.
Desa sebagai Fondasi Utama Pembangunan
Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi, Pemeringkatan, Publikasi, dan Science Center Unesa, Bambang Sigit Widodo, menegaskan peran krusial desa.
“Indonesia kuat bila desa kuat. Inovasi desa adalah kunci, apalagi di tengah perubahan dan ketidakpastian teknologi hari ini. Perguruan tinggi tidak boleh lagi menjadi menara gading, tetapi harus bergerak bersama pemerintah dan industri melalui aksi nyata,” ujarnya.
Kepala LPPM Unesa, M. Turhan Yani, menyoroti komitmen Unesa yang telah diakui secara nasional dalam pemberdayaan desa, termasuk Juara 1 Nasional Mandaya Awards. Ia menyebut UVA sebagai turunan dari kepercayaan tersebut dan pemicu lahirnya inovasi nyata dari desa.












