Ia mengingatkan agar bangsa ini tidak “berganti kulit” dan kehilangan jati diri seperti yang ia contohkan saat menyinggung Filipina yang banyak dipengaruhi budaya kolonial.
“Dengan kekuatan akar tradisi kita, kita tidak boleh berganti kulit seperti bangsa Filipina. Filipina ini berganti kulit, karena aslinya tidak seperti pakai baju ala Spanyol. Tapi kita tetap punya jati diri dan jati diri kita, kita ukir untuk budaya Jawa melalui kegiatan wayang kulit,” katanya
Ia berharap, melalui pagelaran di DPRD Jatim ini, masyarakat kian mencintai wayang sekaligus memetik nilai-nilai luhurnya untuk kehidupan sehari-hari.
“Mari kita merawat Jawa Timur agar masyarakat Jawa Timur sehat, selamat, banyak rezekinya, hilang penyakitnya, kari seger warase,” pungkas Sri Untari. (Caa)



