Bojonegoro, Jatim Newsroom – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro mengambil langkah-langkah strategis untuk memastikan ketersediaan barang dan menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Upaya ini dikoordinasikan melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID).
Dalam rapat koordinasi TPID, Wakil Bupati Bojonegoro, Nurul Azizah, menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, Dinas Perdagangan, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, BUMD, serta pihak swasta untuk memperkuat pengawasan dan intervensi pasar.
”Jangan sampai terjadi kelangkaan maupun kenaikan harga yang signifikan. Semua pihak harus aktif berkoordinasi agar distribusi dan stok barang tetap aman,” tegas Nurul Azizah.
Staf Ahli Bupati Bojonegoro, Sukaemi, menjabarkan beberapa langkah antisipatif yang disiapkan Pemkab Bojonegoro
Penguatan Koordinasi Lintas Sektor
Bekerja sama intensif dengan Pertamina, distributor bahan pokok, dan pelaku usaha untuk menjamin kelancaran distribusi.
Gelar Operasi Pasar Murah (OPM)
OPM akan dilaksanakan di berbagai titik desa dan kecamatan, difokuskan pada komoditas penyumbang inflasi utama seperti beras, telur ayam ras, dan minyak goreng.
Pengawasan Harga dan Penindakan Pelanggaran
TPID dan Dinas Perdagangan akan memantau harga di pasar tradisional dan modern. Pelanggaran harga di atas ketentuan akan ditindaklanjuti dengan teguran hingga rekomendasi pencabutan izin usaha.
Kerja Sama dengan BUMN Pangan
Menggandeng PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) untuk menjaga ketersediaan stok komoditas strategis dan memperlancar distribusi pangan.
Langkah-langkah ini diharapkan mampu menjaga stabilitas ekonomi lokal dan memastikan masyarakat Bojonegoro dapat menjalani perayaan Nataru dengan tenang tanpa terbebani kenaikan harga kebutuhan pokok.( wan/jtmn)



