Lebih lanjut Raymond menjelaskan, sistem siphon memanfaatkan tekanan negatif, sama seperti saat memindahkan minyak menggunakan selang, dan kali pertama diterapkan pada pembangkit tenaga air di Indonesia. Dana investasi pembangunan PLTM Lodagung ini sebesar Rp 39 miliar. Listrik dari PLTM Lodagung ini hanya mencukupi separo kebutuhan listrik di Kecamatan Kademangan. Untuk optimalisasi pasokan listrik, dalam waktu dekat Perum Jasa Tirta 1 akan membangun PLTM di Bendungan Lodoyo, mengingat konsumsi listrik di Pulau Jawa cukup tinggi. Daya listrik terpasang di PLTM Lodagung ini sebesar 1,3 Mega Watt, untuk produksi tahunnya sekitar 89 juta KWH atau cukup untuk mengaliri listrik sekitar 3.000 rumah.
Diakhir sambutannya, Raymond menyampaikan, Perum Jasa Tirta 1 berharap PLTM yang dibangun ini bisa memberikan manfaat seluas-luasnya untuk masyarakat Kabupaten Blitar. Dengan adanya PLTM Lodagung ini, Kabupaten Blitar tidak memerlukan pasokan listrik dari Malang. Dan tentu suatu kebanggaan bagi Perum Jasa Tirta 1 dapat menyelesaikan proyek ini. Menurutnya, ini menjadi kado ulang tahun ke-28 bagi Perum Jasa Tirta 1. Sebagai BUMN, pihaknya menjalankan amanat konstitusi bahwa negara hadir didalam pengelolaan air. Perum Jasa Tirta 1 100 persen milik rakyat Indonesia.
Peresmian PLTM Lodagung ini ditandai dengan pemukulan kendang. Hadir dalam kegiatan tersebut antara lain, Staf Khusus Wakil Presiden Bidang Infrastruktur Elson Siagian, pejabat dari Kementerian PUPR, pejabat dari Kementerian BUMN, pejabat dari Perum Jasa Tirta, pejabat dari PLN, beberapa Kepala OPD di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Blitar, dan Muspika Kecamatan Sutojayan.(Humas)












