“Utamanya fokus kami yang ada di Fraksi Golkar pada khususnya hari ini adalah bagaimana Jatim yang notabene dengan 40 juta penduduk tapi didera banyak ujian, antara lain dengan penurunan pajak kendaraan bermotor, kemudian dilanjutkan dengan penurunan pemotongan dana transfer dari pusat sebanyak Rp2,8 triliun, ya pasti kita harus berpikir keras,” katanya.
Meski begitu, Pranaya tetap optimis masyarakat Jawa Timur memiliki ketangguhan dalam menghadapi situasi sulit. Ia meyakini masyarakat Jatim cukup tangguh untuk terus bertumbuh. “Dalam keadaan sesulit apapun, kita harus tetap optimis. Kita akan berjuang mencari sumber-sumber baru untuk menutupi kekurangan-kekurangan yang ada,” tegasnya.



