“Kalau politik itu dunia pikiran dan strategi, berkebun adalah ruang hati,” ujarnya.
Bagi Ali Mufthi, berkebun bukan hanya pelarian dari rutinitas semata tetapi ia memaknai sebagai cermin kehidupan.
Menurutnya, di balik setiap daun yang tumbuh dan setiap buah yang matang, ada pelajaran tentang sebuah proses yang membutuhkan kesabaran, keberlanjutan, dan nilai kerja keras.
Ia percaya, seperti halnya dalam politik, apa yang ditanam dengan niat baik dan dirawat dengan kesungguhan akan berbuah kebaikan pula bagi banyak orang.












