Sholat ghaib dilaksanakan sebagai wujud rasa empati terhadap korban bencana yang terjadi di Ponpes Al-Khaziny, Sidoarjo. Selain itu, saling mendoakan di antara sesama adalah anjuran yang baik yang mesti kita tradisikan. “Mudah-mudahan sholat ghaib dan doa seluruh elemen golkar di Jatim khususnya jamaah di masjid Al-Mujahidin untuk para korban runtuhnya bangunan pondok pesantren diterima Allah SWA sebagai Sahid. Seseorang yang meninggal karena menuntut ilmu insyaAllah mati Sahid,” tutup Ali Mufthi.
Seperti diketahui, tragedi runtuhnya bangunan di Pondok Pesantren Al-Khoziny terjadi pada Jumat 29 September 2025 sore di Buduran, Kabupaten Sidoarjo. Berdasarkan data terbaru Basarnas dan BNPB, hingga Minggu malam (5/10/2025) jumlah korban meninggal dunia mencapai 45 orang, sementara 104 orang lainnya selamat, sebagian di antaranya masih menjalani perawatan di rumah sakit.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan operasi pencarian dan evakuasi korban ambruknya musala Pondok Pesantren Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur, diperpanjang hari ini, 6 Oktober 2025. Pihaknya menargetkan, seluruh korban bisa ditemukan paling lambat malam ini.












