“Partai juga mendorong pembentukan Bank Pertanian agar akses modal bagi petani dan nelayan lebih terjamin,” lanjutnya
Ketua komisi E DPRD Jatim itu menekankan, isu pangan tak bisa dilepaskan dari kelestarian bumi. Eksploitasi alam tanpa kendali akan merugikan generasi mendatang. Karena itu, keberpihakan pada petani harus selaras dengan komitmen menjaga lingkungan. “Kesadaran ekologis adalah bahasa politik baru yang disukai generasi muda. Partai yang berbicara dan bergerak untuk merawat pertiwi akan mendapatkan kepercayaan jangka panjang,” ujarnya.
Anggota DPRD Jatim Dapil Malang Raya itu juga mengapresiasi kebijakan Presiden Prabowo yang menghentikan impor pangan strategis tahun 2025 serta penghapusan utang petani dan nelayan di tahun 2024. Kebijakan ini sejalan dengan garis perjuangan PDI Perjuangan yang konsisten membela wong cilik, termasuk petani.



