“Hal ini juga senada dengan yang diharapkan Gubernuru Jawa Timur agar Kepala Daerah di Jawa Timur menjaga wilayahnya masing-masing” bebernya.
Fathoni menilai, dalam sebuah peristiwa besar seperti demo yang berujung kerusuhan, kehadiran pemimpin memiliki makna penting. Meski ada keterbatasan kewenangan baik pemerintah pusat, provinsi, pemerintah daerah tetap punya peran untuk menjaga warga, mengurai lalu lintas, dan memastikan kota kembali tertata.
“Kalau bicara kewenangan, jelas ada batasnya. Tapi dalam batas itu, pemkot tetap hadir. Kehadiran seperti ini bisa memberi ketenangan dan rasa aman bagi masyarakat,” tambahnya.
Lebih jauh, ia mendorong masyarakat untuk menilai situasi secara utuh dan tetap menjaga kepercayaan bersama.
Baginya, momen ini bisa dijadikan titik balik untuk memperkuat hubungan antara warga dengan pemerintah kota.














