Fathoni menambahkan, kehadiran wali kota tidak berhenti hanya di malam kejadian.
Keesokan harinya, wali kota langsung turun mengecek kondisi pusat kota yang rusak akibat aksi, sekaligus memimpin pembersihan di sejumlah ruas jalan.
“Pagi-pagi sekali beliau sudah keliling, melihat sendiri kerusakan yang ada, lalu memastikan kota cepat pulih. Itu artinya pemkot tidak hanya hadir sesaat, tapi benar-benar bertanggung jawab sampai tuntas,” tegasnya.
Menurut politisi Golkar itu, kehadiran pemerintah daerah di tengah situasi sulit sangat penting untuk menenangkan masyarakat.
Walikota Surabaya, kata politisi yang akrab disapa Mas Toni ini juga sudah menunaikan tanggung jawab kepemimpinannya dengan cara menggerakkan seluruh stake holder Surabaya untuk bersama sama menjaga ketentraman kota melalui metode pengamanan wilayah oleh masyarakat.














