Ia lantas mengingatkan, bahwa jabatan sebagai anggota DPRD sejatinya bukan sekadar amanah untuk mengawasi, mengatur, atau menganggarkan. Lebih dari itu, politik adalah jembatan pengabdian yang menuntut kepekaan hati dan keberanian untuk hadir langsung bersama masyarakat.
Ia menilai, masyarakat lebih membutuhkan kehadiran wakil rakyat yang tidak sekadar berbicara di ruang rapat, tetapi juga hadir mendengarkan, merasakan, dan ikut mencari solusi atas persoalan sehari-hari.
Karena itu lanjut Mas Toni, langkah sederhana berupa pembagian sembako ia maknai sebagai jalan untuk merawat solidaritas sosial sekaligus membangun kepercayaan masyarakat.
“Legislator tidak boleh hanya pandai berbicara regulasi. Legislator pun harus peka dan harus ikut merasakan kehidupan rakyatnya,” tegasnya.
Menurut, pembagian sembako hanyalah sebuah langkah kecil. Namun ia optimis bahwa, langkah kecil yang dilakukan dengan hati tulus akan meninggalkan jejak besar dalam ingatan warga.












