Selanjutnya, ada Tim Undur-Undur yang bertugas mensterilkan jalur pedestrian dari PKL dan tim ini menggunakan kelengkapan bersepatu roda dalam patroli penyisirannya.
Selain itu, ada juga Tim Rembug yang bertugas memberikan penjelasan dan sosialisasi mengenai peraturan daerah pada para PKL dan orang-orang yang menempati bangunan liar sebelum dan saat penertiban. Lalu ada Tim Becak Air yang bertugas melakukan patroli dan pengamanan di sepanjang sungai dan daerah pesisir di Kota Surabaya. Tim Pikachu yang merupakan tim huru-hara Satpol PP Surabaya dan dibentuk pada saat penutupan lokalisasi Dolly. Tim Asuhan Rembulan yang tugasnya menjaga kondusifitas Surabaya, biasanya berpatroli mulai pukul 20.00 hingga pagi.
Selanjutnya, ada Tim Odong-Odong yang tugasnya berpatroli keliling kota dengan menggunakan motor trail untuk menindak segala jenis pelanggaran perda. Dan Tim Pinky Trail yang semua anggotanya perempuan menggunakan trail warna pink dan selalu keliling kota. Dan yang terbaru adalah Tim Wiro Sableng untuk menjaga markas komando dan siap diterjunkan dalam menghadapi segala jenis situasi.
“Diberi nama Wiro Sableng karena tim ini dibentuk pada tanggal 2 Bulan 12 atau Desember, dan ini sama persis dengan tatonya 212 di dada Wiro Sableng,” tegasnya.
Menurut Irvan, pemberian nama-nama itu sebenarnya terinsipirasi dari nama-nama tim di jajaran kepolisian, sehingga ia pun menilai perlu untuk membentuk tim-tim. Namun, karena Satpol PP berhadapan dengan masyarakat, bukan penjahat, maka timnya harus unik dan akrab di telinga warga dan mudah penyebutannya.












