Menurutnya, kegiatan ini bukan sekadar seremoni, melainkan strategi nyata untuk menjaga pasokan dan stabilitas harga di pasar.
“Pagi ini tadi, tim TPID membuat kegiatan tindak lanjut. Jadi, Urban Farming Competition itu adalah gerakan menanam cabai dan bawang merah,” kata Antiek.
Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 1.100 bibit cabai ditanam di lahan aset Pemkot. Selain itu, Pemkot juga membagikan 25 ribu bibit cabai melalui kecamatan, kelurahan, RW, dan RT.
“Kita membagikan kepada seluruh masyarakat melalui kecamatan, kelurahan, RW, dan RT sebanyak 25.000 bibit. Bibit-bibit tersebut diharapkan dapat ditanam di pekarangan rumah, lahan kosong, atau di lingkungan sekitar, sehingga setiap keluarga bisa secara mandiri memenuhi kebutuhan cabai skala kecil,” jelasnya.
Tak hanya itu, Pemkot juga memberikan 6.000 bibit kepada kelompok tani, baik konvensional maupun urban farming.












