“Soal-soal tumbuh kembang anak baik dari sisi mental, spiritual maupun fisik itu menjadi kurang. Terutama mental spiritualnya, saya lihat itu lumayan terabaikan,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia menyoroti tantangan baru yang dihadapi anak-anak di era digital saat ini. Rendahnya literasi digital di kalangan anak dan orang tua membuka peluang terjadinya kejahatan siber yang kian marak.
“Cybercrime menjadi meningkat tajam. Minimnya literasi media sosial kepada warga Indonesia, termasuk orang tua dan anak-anak juga menjadi tantangan tersendiri yang kemudian membuat masalah. Masalah anak-anak ini sepertinya dari tahun ke tahun tidak semakin menurun tapi semakin meningkat,” jelasnya.
Hikmah menegaskan bahwa upaya menciptakan lingkungan kondusif bagi tumbuh kembang anak harus ditopang oleh regulasi yang berpihak pada mereka. Termasuk, perhatian pada anak-anak berkebutuhan khusus seperti mereka yang memiliki IQ tinggi maupun yang mengalami gangguan perilaku.
“Angka anak-anak yang misbehave ya dalam bahasa psikologinya, mereka yang mengalami problem perilaku karena pengabayan pengasuhan dan pengasuhan yang salah atau karena lingkungan yang kurang tepat atau karena persoalan penggunaan media sosial yang tidak benar. Harus direspon dengan cukup serius,” katanya.












