Sekretaris Fraksi PKS DPRD Jatim itu menegaskan bahwa Komisi E DPRD Jatim mendukung penuh program ini, termasuk dalam aspek penganggaran. Ia menyoroti pentingnya keberpihakan kepada perempuan kelas menengah ke bawah yang menjadi mayoritas dari 4,9 juta penduduk miskin di Jawa Timur.
“Program seperti ini adalah investasi sosial jangka panjang. Kami ingin perempuan-perempuan hebat ini bisa berdikari, mempertahankan usahanya, dan keluar dari jerat kemiskinan,” tambahnya.












