Sedangkan untuk kategori handycraft, juara pertama diraih oleh Dwilely Susiani dengan karya Boneka Adat Cak dan Ning. Juara kedua disabet oleh Bambang Sujana dengan produk Totebag Batik, dan juara ketiga diraih oleh Nadia Putri Nilam Sari yang mempersembahkan Boneka Rajut Suro dan Boyo.
“Masing-masing pemenang berhak atas hadiah sebesar Rp10 juta, Rp7,5 juta, dan Rp5 juta, serta uang pembinaan yang sama untuk seluruh finalis” pungkasnya.
Sementara itu, King Abdi chef nasional dan juga konten kreator yang dikenal luas di kalangan pecinta kuliner yang didapuk menjadi juri dalam lomba tersebut menyampaikan apresiasi kepada Partai Golkar Surabaya atas inisiatif lomba cipta oleh-oleh khas Surabaya ini.
“Lomba-lomba seperti ini sangat bagus. Ini membuktikan bahwa partai politik bisa berperan langsung dalam menghidupkan UMKM. Surabaya memiliki banyak kuliner khas, tapi belum semuanya dikemas secara modern untuk menjadi oleh-oleh,” kata King Abdi.
Ia juga menegaskan pentingnya keterlibatan Pemerintah Kota Surabaya dalam memfasilitasi para pemenang lomba.
Menurutnya, produk-produk terbaik ini layak untuk masuk ke toko oleh-oleh resmi, gerai bandara, hotel, maupun pusat wisata.
“Kalau difasilitasi dengan baik, Surabaya akan punya banyak varian oleh-oleh baru. Bukan hanya spikoe dan lapis legit, tapi juga rawon pastry, ketan gulung, hingga boneka suro-boyo. Ini potensi ekonomi dan identitas yang besar,” pungkasnya.












