Ia juga menambahkan, wacana perpindahan Ibu Kota Negara (IKN) ke Kalimantan Timur pada 2028 mendatang, secara tidak langsung menempatkan Surabaya sebagai salah satu pintu gerbang utama menuju IKN.
Oleh karena itu, daya tarik kota harus diperkuat melalui berbagai sektor, termasuk ekonomi kreatif dan produk khas yang bisa menjadi ikon baru kota.
Akhma Menegaskan bahwa, lomba ini dirancang untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi baru di tingkat masyarakat.
“Dimana para pemenang, yang dipilih oleh dewan juri independen dan profesional, nantinya akan diarahkan untuk memberikan edukasi kepada warga tentang proses pembuatan produk,” sebutnya.
Diharapkan, produk-produk tersebut dapat direplikasi oleh kelompok masyarakat di berbagai wilayah, sehingga mendorong pemerataan pertumbuhan ekonomi berbasis komunitas.
Untuk pemenang beber Akhma, di kategori makanan, juara pertama diraih oleh Lilis Mudjiarti dengan inovasi Rawon Surabaya Pastry. Sementara itu, juara kedua diraih oleh Nurusaadah lewat Ketan Gulung Surabaya, dan juara ketiga oleh Dina Novita Andriana dengan kreasinya Pia Rawon Ndog Asin.
“Masing-masing pemenang mendapatkan hadiah uang tunai sebesar Rp20 juta, Rp17,5 juta, dan Rp15 juta. Selain itu, seluruh finalis juga memperoleh uang pembinaan sebesar Rp1 juta,” beber akhma.













