Pria yang juga Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI itu menegaskan bahwa pemilihan format Soekarno Run sebagai salah satu puncak peringatan Bulan Bung Karno merupakan bentuk perayaan yang merakyat, inklusif, dan relevan dengan semangat kekinian.
“Kami ingin menyapa rakyat dengan cara yang segar, menggembirakan, dan penuh makna. Soekarno Run adalah simbol gerak kolektif rakyat, menapak jejak perjuangan Bung Karno bukan hanya lewat pikiran, tapi juga lewat kaki dan keringat,” ujarnya.
Dia menambahkan, di Kabupaten Tulungagung, kegiatan akan dikemas sebagai Soekarno Fun Trail Run, menyusuri jalur alam dan pedesaan dengan melibatkan lebih dari 2.000 peserta.
Di Kota Malang, yang dikenal sebagai kota pendidikan dan pusat kaum muda, Soekarno Run juga akan melibatkan lebih dari 2.000 pelari dari berbagai komunitas dan organisasi rakyat di Malang Raya.
Puncak kegiatan dipusatkan di Kabupaten Nganjuk, yang diproyeksikan akan melibatkan lebih dari 20.000 warga dari berbagai kabupaten/kota di Jawa Timur.
“Kami pastikan semua titik Soekarno Run menjadi ruang pemberdayaan. Ada anak-anak muda yang belajar sejarah, ada emak-emak yang jualan, ada seniman lokal yang tampil. Semua bersatu dalam semangat nasionalisme,” tutur politisi asal Kabupaten Sumenep tersebut.












