“Ada offroad itu sudah berbayar, itu termasuk dengan makan di tempat yang kita sediakan. Ada tempatnya, nanti juga bisa bakar-bakar ikan. Jadi benar-benar cocok buat keluarga,” tambahnya.
Tak kalah penting, Cak Eri menekankan bahwa hadirnya wisata ini adalah hasil kolaborasi Pemkot dan masyarakat. Pengelolaan sepenuhnya dipercayakan kepada IOF Pengcab Surabaya bekerja sama dengan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Surabaya.
“Surabaya itu dibangun bukan oleh pemerintahnya. Tapi Surabaya itu dibangun oleh masyarakatnya juga, salah satunya adalah komunitas,” tandasnya.
Sementara itu, Kepala DKPP Surabaya, Antiek Sugiharti, menjelaskan bahwa wisata ini akan dibuka mulai akhir pekan depan, dengan jam operasional pukul 08.00 hingga sore hari, setiap Sabtu, Minggu, dan hari libur nasional.
“Pendaftaran pengunjung bisa dilakukan secara daring melalui laman resmi dkpp.surabaya.go.id/offroadhutancemarapakal,” jelas Antiek.
Untuk pengunjung yang membawa kendaraan pribadi, tersedia paket seharga Rp 120.000 (setelah verifikasi dari IOF), sedangkan paket dengan mobil pengelola dibanderol Rp 235.000.
“Kalau pengunjung ingin membawa mobil sendiri diberbolehkan, tetapi nanti akan ada verifikasi dari IOF terlebih dahulu untuk kelayakannya,” imbuhnya.












