Untuk tahun 2024, meskipun ada sedikit perbaikan, Indeks Theil masih berada di angka 0,3324, sedangkan targetnya berada di rentang 0,30161 hingga 0,2959. Adapun Indeks Gini tercatat pada angka 0,373, yang masih sedikit lebih tinggi dari target yang ditetapkan.
Laila yang juga anggota Komisi E, ini menegaskan bahwa kedua indikator ini berhubungan erat dengan dua prioritas pembangunan utama yang tercantum dalam RKPD 2024, yakni pemulihan ekonomi kerakyatan melalui sektor sekunder dan pariwisata. serta penguatan konektivitas antar wilayah untuk pemerataan hasil pembangunan dan peningkatan layanan infrastruktur.
“Kami berharap, pemerintah dapat lebih fokus dalam memperbaiki indikator-indikator ini, terutama dalam mengurangi ketimpangan ekonomi yang terlihat dari nilai Indeks Theil dan Indeks Gini,” tambah politisi PKB ini.
Salah satu tantangan yang dihadapi dalam pemantauan kinerja ini adalah sifat data yang digunakan. Laila mengingatkan bahwa meskipun data yang bersumber dari Badan Pusat Statistik (BPS) sangat berguna, data tersebut bersifat agregatif dan belum sepenuhnya mencerminkan kondisi riil di masyarakat.
Oleh karena itu, pembahasan lebih mendalam dalam LKPJ diperlukan untuk memastikan apakah data yang disajikan sesuai dengan permasalahan yang ada di masyarakat.












