Saat ini, hal tersebut masih dalam koordinasi dengan Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar).
“Kami masih koordinasikan dengan Disbudporapar karena banyak acara di bulan Ramadan ini, khawatir masih digunakan. Jadi kami masih menunggu konfirmasi,” jelasnya.
Ia mengungkapkan, pemasangan dekorasi Ramadan merupakan tradisi tahunan yang mencerminkan semangat toleransi di Kota Pahlawan. Dimana kota ini oleh masyarakat dari berbagai latar belakang agama, suku dan ras yang berbeda-beda.
“Ini sebagai wujud toleransi antar umat beragama di Kota Surabaya seperti tahun-tahun sebelumnya. Artinya Pemkot Surabaya menunjukan bahwa setiap agama dan kepercayaan diterima di kota ini,” terangnya.



