Menurut politisi muda PKB ini, Khofifah-Emil menyisakan PR besar selama memimpin Jatim periode pertama 2019-2024. PR besar ini yang harus dituntaskannya di periode ke dua ini. Ada beberapa permasalahan di Jatim yang menjadi sorotan Ibnu. Diantara kesenjangan sosial dan kemiskinan yang masih tinggi.
Ibnu Alfandi menjelaskan, meski persentase kemiskinan di Jatim sudah mencapai satu digit yakni 9,59 atau sebanyak 3,893 juta jiwa per September 2024 berdasarkan data BPS, namun angka itu tertinggi bahkan melebihi Jawa Barat dan butuh perhatian khusus. “Angka ini tertinggi di Indonesia bahkan mengalahkan Jabar. Padahal dari segi penduduknya, Jabar memiliki penduduk jauh yang lebih banyak dibandingkan Jatim,” jelasnya.
Tidak hanya masalah kemiskinan, pemerataan ekonomi di Jatim lanjutnya masih terfokus pada beberapa tempat, seperti putaran perekonomian terkesan hanya terjadi di Jatim bagian utara. Sehingga jarak kesenjangan sosial makin panjang. “Bu Khofifah dan Mas Emil harus memikirkan betul agar ada pemerataan perekonomian. Apalagi Mas Emil yang mantan Bupati Trenggalek yang notabene masuk di wilayah Jatim bagian selatan. Beliau pasti paham betul akan perekonomian masyarakat di sana,” kata dia.



