Politisi Golkar Kota Surabaya ini juga menekankan bahwa, konsep membawa pulang makanan bergizi ini memiliki nilai edukasi yang penting, terutama dalam mengajarkan toleransi sejak dini.
“Di sekolah-sekolah kita ada siswa yang non-Muslim. Dengan membawa pulang makanan ini, mereka tetap bisa menikmatinya bersama keluarga tanpa terpengaruh jadwal berbuka puasa. Ini adalah bentuk pembelajaran toleransi yang bisa kita tanamkan sejak dini,” jelasnya.
Selain itu, Arif Fathoni yang juga ketua DPD Golkar Syrabaya menilai program MBG selama Ramadan juga memiliki potensi untuk mendukung perekonomian masyarakat kecil, khususnya pelaku UMKM yang terlibat sebagai penyedia bahan pangan.












