“Kita sudah sepakat, berikrar, dan berjanji bahwa pada Kongres PDI Perjuangan ke-6 tahun 2025 ini akan mencalonkan kembali Ibu Megawati Soekarnoputri sebagai Ketua Umum PDI Perjuangan,” ujar Baktiono.
Baktiono menjelaskan, pembubuhan cap jempol berdarah bukan pertama kalinya dilakukan oleh kader PDI-P. Tradisi ini pernah dilakukan pada masa perjuangan PDI pro Megawati di era Orde Baru, khususnya saat peristiwa Kudatuli 27 Juli 1996.
Ritual ini diulang sebagai simbol kesetiaan kepada Megawati dan penolakan terhadap intervensi pihak luar.
“Kita menyatakan sampai titik darah penghabisan tetap setia kepada Ibu Megawati,” tegas Baktiono.












