Berita UtamaCakrawala SurabayaIndeks

Camat Asemrowo Klarifikasi Terkait Video Aksi Ormas Paksa Masuk Ruangannya yang Viral

×

Camat Asemrowo Klarifikasi Terkait Video Aksi Ormas Paksa Masuk Ruangannya yang Viral

Sebarkan artikel ini

Cakrawalanews.co – Camat Asemrowo Surabaya,  Muhammad Khusnul Amin angkat bicara mengklarifikasi atas viralnya video ketegangan antara oknum organisasi masyarakat (Ormas) dengan dirinya dengan menyantumkan narasi yakni “camat Asemrowo diduga menyembunyikan seorang wanita didalam kantornya bahkan pak camat bersikap arogansi terhadap masyarakat . Apakah ini yang dinamakan pelayan masyarakat” yang diunggah akun tiktok @86mimbar_demokrasi.

Dalam konferensi pers yang digelar di kantor kecamatan Asemrowo Surabaya, pada Rabu (08/01/2025) Muhammad Khusnul Amin didampingi kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Surabaya membeberkan fakta sebenarnya dibalik video yang viral tersebut.

Amin menjelaskan bahwa, insiden yang terjadi pada Senin (06/01/2025) sekitar pukul 10.00 WIB ini menjadi viral setelah video penggedoran kantor kecamatan tersebar di media sosial. Hal tersebut dipicu  dari upaya penertiban bangunan liar di beberapa lokasi.

“Kami melakukan penertiban atas permintaan warga dan tokoh masyarakat. Lokasi pertama di bawah Jembatan Dupak Rukun Barat, ada sekitar 20 bangunan liar yang mengganggu akses warga,” ujarnya.

Amin menegaskan bahwa proses penertiban diawali dengan sosialisasi dan pemberian surat peringatan sebanyak tiga kali. “Setelah penertiban selesai, warga merasa nyaman. Penertiban kemudian dilanjutkan di bawah Jembatan Tol Asemrowo dan Rumah Pemotongan Hewan,” tambahnya.

Namun, penertiban lanjutan memicu protes dari salah satu Ormas. “Setelah surat peringatan pertama, mereka menghubungi saya dan meminta penertiban dihentikan. Saya sudah janji akan menemui mereka hari Senin, tapi pagi itu mereka datang lebih dulu saat saya sedang rapat,” jelas Amin.

Amin menyesalkan sikap Ormas yang datang dengan cara tidak sopan. “Mereka datang sambil teriak-teriak, gedor-gedor pintu, dan menuduh saya menyembunyikan perempuan. Padahal, saya sedang rapat dengan dua staf, Mas Alfian dan Mbak Devi,” tegasnya.

Devi, salah satu staf Kecamatan Asemrowo, yang dalam video tersebut bersembunyi dibawah kolong meja mengaku trauma atas insiden tersebut. “Saat rapat, tiba-tiba ada teriakan dan gedoran pintu. Saya ketakutan dan lari bersembunyi di bawah meja,” ungkapnya.

Devi menegaskan bahwa dirinya hanya sedang rapat, bukan melakukan hal-hal yang tidak pantas.

Hal serupa diungkapkan Alfian, staf Kecamatan Asemrowo lainnya. “Saat massa datang, kami panik dan takut. Saya pun bersembunyi di belakang pintu,” katanya.

Amin berharap insiden ini menjadi pelajaran bagi semua pihak untuk menyelesaikan masalah dengan cara yang lebih santun dan bermartabat.

“Kami selalu terbuka untuk berdialog, tapi harus dengan cara yang baik dan sopan,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *