Namun, langkah ini menyimpan risiko besar. Pendanaan eksternal bukan sekadar injeksi dana; ia membawa beban bunga dan kewajiban jangka panjang yang dapat mengikat anggaran kota selama bertahun-tahun. Apakah Surabaya siap menghadapi konsekuensi ini? Apa jaminannya bahwa utang yang diambil akan benar-benar memberikan nilai tambah bagi masyarakat, bukan sekadar proyek ambisius tanpa dampak nyata?
Kita juga harus melihat pengalaman kota-kota lain yang terjebak dalam lingkaran utang akibat perencanaan keuangan yang lemah. Banyak proyek mangkrak karena ketidakmampuan membayar utang, sementara masyarakat harus menanggung beban tambahan dalam bentuk kenaikan pajak atau tarif layanan. Surabaya tidak boleh mengulang kesalahan serupa.













