Untuk itu, lanjutnya Pemkot Surabaya harus menyiapkan dengan baik trend global ini disamping mendukung kebijakan konversi kendaraan ini juga harus menyiapkan SDM tenaga kerja Surabaya melalui Balai Latihan Kerja ( BLK) yang memberikan pelatihan tentang keteknisian sepeda motor listrik dan mobil listrik, sehingga ekosistem bisa tercipta dengan baik di kota Surabaya.
“Pemkot bisa mengundang seluruh distributor motor listrik dan mobil listrik untuk memberikan pelatihan terhadap anak muda Surabaya tentang teknologi dan perawatan motor dan mobil listrik. Sehingga, bisa menjadi modal pengetahuan dan kemampuan dalam membuka lapangan pekerjaan dimasa yang akan datang,”tuturnya.
Ketika kebijakan konversi ini berjalan lanjut Thoni, juga harus disertai dengan kebijakan pengetataan operasional kendaraan (truk) tua yang ada di kota Surabaya.












