“Mudah-mudahan sektor transportasi publik juga akan dilakukan langkah yang sama, baik pengadaannya dilakukan oleh Pemkot Surabaya dengan biaya APBD maupun menggandeng sektor swasta untuk masuk dalam sektor transportasi publik kita, tentu dengan pemberian insentif, kemudahan dan kepastian hukum trayek dalam jangka waktu panjang,” terangnya.
Ketua DPD Golkar Surabaya ini menilai Pemerintah pusat sedang berjuang untuk mengurangi ketergantungan impor BBM yang selama ini membuat APBN kita tidak sehat.
“Kalau kebijakan konversi kendaraan berbahan fosil ke kendaraan berbahan listrik ini berhasil akan mengurangi konsumsi BBM kita sebesar 29,8 juta barel perhari. Kalau kita sudah mampu mendorong konversi ini ke angka 13 juta motor listrik dan 2 juta mobil listrik,” bebernya.












