Lebih lanjut Hanif Faisol menyadari, plastik masih menjadi pilihan utama bahan baku kemasan bagi industri makanan dan minuman. Sebab memiliki keunggulan dari sisi higienitas, sifatnya yang mudah dibentuk, massa yang ringan, mampu menjaga kualitas produk, serta aman dalam proses transportasi.
Untuk itu, dengan adanya daur ulang plastik juga dapat mengurangi jumlah sampah yang harus dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA). “Daur ulang juga dapat memenuhi kebutuhan bahan baku suatu produk dan menghemat energi yang dibutuhkan pabrik,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Direktur Veolia, Joko Tripujono Sunaryo mengatakan, potensi ekspor plastik daur ulang cukup besar seperti ke pasar Eropa. “Untuk ekspor, kami membutuhkan dukungan dari pemerintah,” pintanya.
Usai dari PT Veolia, Hanif Faisol bergeser ke dua instalasi milik PT SIER di kawasan industri PIER. Disini, Hanif Faisol melihat proses pengolahan limbah cair terpadu yang modern dan terintegrasi di kawasan industri.
Hanif Faisol sangat mengapresiasi PT SIER yang telah mengelola limbah cair dengan kapasitas besar, dan mendorong kawasan industri lainnya juga memiliki pengolaham limbah cair terpadu. Menurut dia, saat ini belum semua kawasan memiliki pengolahan limbah cair yang terintegrasi.
“Ini (pengolahan limbah cair, red) menjadi contoh bagi kita semua. Karena belum seluruhnya dalam kawasan memiliki pengolahan limbah. Kawasan yang saya maksud juga termasuk kawasan hotel, kawasan perkantoran, kawasan restauran dan lain sebagainya. Pengolahan limbah kawasan industri SIER ini bagus, saat ini juga sudah zero waste to landfill, tidak lagi membuang sampah ke open dumping atau tempat pembuangan sampah akhir, bagus jadi rujukan” kata Hanif Fasiol, ditemui usai melihat IPAL PIER.
Mantan Direktur Jenderal Planologi Kehutanan dan Tata Lingkungan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan ini mengakui, memang membutuhkan dukungan banyak pihak dalam mewujukan kawasan industri hijau seperti milik PT SIER. Oleh karena itu, diperlukan terobosan-terobosan seperti yang dilakukan SIER yang bisa dielaborasi.












