Luluk pun mengungkapkan apa arti sebuah kepemimpinan bagi dirinya. Dalam pengartiannya, kepemimpinan bukan soal jabatan, bukan soal kemewahan.
“Kepemimpinan adalah soal melayani. Melayani ibu-ibu yang bermimpi anaknya bisa sekolah tanpa takut putus di tengah
jalan. Melayani petani yang bekerja keras agar hasil panennya dihargai dengan harga yang adil. Melayani nelayan yang berjuang di laut agar tak lagi susah mendapatkan solar untuk melaut,” kata dia.
Mantan Ketua Umum Kopri PB PMII ini menuturkan kesenjangan di Jatim masih nyata. Artinya, yang kecil masih sulit maju, sementara yang besar makin mudah meraih keuntungan.
“Infrastruktur hanya terlihat megah di kota, tapi jalan-jalan desa rusak tak tersentuh pembangunan. Kita lihat, ada janji-janji yang hanya berhenti di podium, sementara rakyat tetap menghadapi kesulitan setiap harinya. Tata kelola pemerintah kita hari ini belum menyentuh hati rakyatnya,” ujarnya.
Oleh sebab itu, bersama pasangannya Lukmanul Khakim, Luluk bertekat maju di Pilgub Jatim untuk menjawab semua permasalahan yang menimpa masyarakat Jatim. Meski tahu perjuangan tidak akan mudah, namun pihaknya berkomitmen menembus batas ketidak mudahan itu, tentu dengan doa dan dukungan masyarakat Jatim semua.



