Pada kesempatan sama, Pakar maritim ITS, Prof. Dr. Daniel Muhammad Rosyid, menyebutkan bahwa Jawa Timur memiliki sekitar 200 pulau dengan potensi maritim yang luar biasa. Namun, tantangan besar masih membayangi, terutama dalam hal efisiensi logistik.
“Biaya logistik di Indonesia saat ini masih tinggi, mencapai 14% PDB. Untuk itu, Jatim perlu membangun sistem logistik provinsi yang terintegrasi dan ramah lingkungan,” ujarnya.
Emil Dardak pun sependapat. Ia menekankan pentingnya mendorong pengembangan pelabuhan seperti Pelabuhan Prigi untuk kapal muatan besar.
“Jika dipercaya kembali, kami akan terus fokus membangun infrastruktur maritim yang tidak hanya mendukung perdagangan, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.
Dengan langkah-langkah ini, Jawa Timur kian mantap menyandang gelar provinsi maritim. Program yang dijalankan tidak hanya meningkatkan konektivitas, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru di sektor perikanan, pariwisata, dan perdagangan.



