
Karena itu, Restu Novi mengajak seluruh masyarakat untuk ikut serta dalam gerakan “Surabaya Bergerak” Jilid II. Ia optimistis partisipasi aktif masyarakat mengikuti gerakan ini akan lebih masif dari pelaksanaan sebelumnya.
“Saya yakin Surabaya Bergerak Jilid II akan sukses, karena ini sudah mendarah daging buat warga Surabaya. Selanjutnya Surabaya Bergerak akan dilanjutkan setiap pekan di kampung-kampung,” imbuhnya.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Surabaya, Agus Hebi Djuniantoro menjelaskan bahwa lebih dari 4.000 orang ikut serta dalam peluncuran “Surabaya Bergerak” Jilid II. Termasuk di antaranya anggota TNI/Polri, Organisasi Perangkat Daerah (OPD), pelajar dan berbagai komunitas.
“Tujuan dari launching ini adalah untuk menggiatkan kembali Surabaya Bergerak Jilid I di tahun 2022 dan sekarang kita masifkan kembali,” kata Agus Hebi.
Di samping itu, Hebi menyatakan bahwa “Surabaya Bergerak” Jilid II sekaligus sebagai upaya mengantisipasi bencana hidrometeorologi dan menghadapi musim hujan. Mengacu pada informasi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), musim hujan di Surabaya diperkirakan mulai pada awal November 2024 hingga akhir Maret 2025.
“Saat ini kita berada di masa pancaroba, sehingga hujan bisa turun sewaktu-waktu. Karena itu, Surabaya Bergerak kita harapkan menjadi pemicu bagi warga Surabaya untuk membersihkan kampungnya masing-masing,” pungkas Hebi. (ADV)



