Ia juga menekankan bahwa program ini tidak hanya ditujukan untuk Desa Pangeranan, tetapi juga akan diupayakan di kampung-kampung nelayan lainnya di Jawa Timur. Hal ini merupakan bagian dari visinya untuk menciptakan peluang ekonomi yang merata dan mengurangi kesenjangan ekonomi di wilayah pesisir.
Luluk berharap bahwa dengan pembangunan desa wisata bahari, masyarakat pesisir dapat memiliki sumber penghasilan tambahan selain dari sektor perikanan. “Dengan demikian, kesejahteraan masyarakat nelayan di Jawa Timur dapat meningkat secara signifikan,” ujarnya.
Menurut Luluk, desa wisata kampung bahari ini juga akan menjadi bagian dari upayanya untuk menciptakan destinasi wisata unggulan di Jawa Timur yang dapat menarik wisatawan domestik dan internasional.
Luluk menutup diskusinya dengan menegaskan bahwa komitmen ini bukan sekadar janji politik, tetapi merupakan langkah nyata untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat nelayan dan mengurangi kesenjangan ekonomi di provinsi tersebut.












