Tsum Tsum: Sama seperti Labubu, Tsum Tsum juga merupakan karakter yang berasal dari Jepang dan memiliki desain yang unik serta beragam. Keduanya sama-sama menjadi incaran para kolektor dan menjadi simbol status sosial.
Pop Mart: Perusahaan yang memproduksi Labubu, Pop Mart, juga terkenal dengan produk-produk lainnya yang seringkali menjadi viral, seperti Molly dan Dimoo. Hal ini menunjukkan bahwa Pop Mart memiliki formula yang sukses dalam menciptakan fenomena viral.
Analisis Tren yang Muncul
Seiring dengan demam Labubu, muncul beberapa tren menarik yang patut diperhatikan:
Customisasi Boneka: Banyak penggemar Labubu yang melakukan customisasi pada boneka mereka untuk membuatnya lebih unik dan personal. Hal ini menunjukkan bahwa Labubu tidak hanya sekadar produk massal, tetapi juga menjadi media ekspresi diri.
Komunitas Kolektor: Munculnya komunitas kolektor Labubu yang sangat aktif di media sosial. Komunitas ini tidak hanya berfungsi sebagai wadah untuk berbagi informasi, tetapi juga sebagai tempat untuk berinteraksi dan berkolaborasi.
Industri Sekunder: Munculnya industri sekunder yang terkait dengan Labubu, seperti pembuatan pakaian untuk Labubu, aksesori, hingga jasa fotografi. Hal ini menunjukkan bahwa Labubu telah menciptakan ekosistem ekonomi yang baru.
Pengaruh pada Budaya Pop: Labubu telah menjadi bagian dari budaya pop yang lebih luas. Banyak seniman dan kreator yang terinspirasi oleh Labubu untuk menciptakan karya seni mereka sendiri.



