Tidak hanya fokus pada infrastruktur, Risma juga menawarkan program pembinaan kewirausahaan bagi para santri agar mereka memiliki keterampilan mandiri setelah lulus, terutama bagi santri yang tidak melanjutkan pendidikan formal. Ia ingin Ponpes tidak hanya menjadi pusat pendidikan agama, tetapi juga tempat pengembangan hidup dan kehidupan.
Lebih jauh, Risma melihat potensi besar Ponpes sebagai tempat rehabilitasi bagi anak-anak terlantar atau anak-anak punk, berbagi pengalamannya dalam menangani anak-anak tersebut ketika menjabat sebagai Menteri Sosial. Menurutnya, Ponpes mampu memberikan bimbingan yang lebih baik bagi anak-anak yang membutuhkan dukungan ekstra.
Melalui kunjungan ini, Risma menegaskan komitmennya untuk mendukung Ponpes melalui tiga fokus utama: peningkatan pendidikan, kesejahteraan pengajar, dan kemandirian santri. Ia berharap pesantren di Jawa Timur bisa menjadi pusat pemberdayaan yang tidak hanya mendidik tetapi juga mempersiapkan generasi muda yang mandiri dan berdaya saing di masa depan. (Caa)



