“Untuk mensiminasikan gagasan dalam disertasi ini ke dalam kebijakan pemerintahan dan langkah nyata, diperlukan cara yang tepat dalam menyampaikan pesan dan membangun simpati,” bebernya.
Menurut AHY, orkestrasi SDM menjadi salah satu elemen penting dalam mewujudkan visi tersebut. AHY berpendapat bahwa pemerintah harus mampu mengelola dan mengembangkan potensi SDM secara maksimal, baik di tingkat nasional maupun daerah. Pengembangan SDM ini, menurutnya, harus diarahkan untuk memenuhi kebutuhan masa depan bangsa, terutama dalam menghadapi revolusi industri 4.0 dan era digital.
“Kepemimpinan transformasional dan orkestrasi SDM yang baik akan memungkinkan Indonesia untuk bersaing di kancah global dan menghadapi tantangan-tantangan besar yang akan datang. Ini adalah kunci untuk mencapai Indonesia Emas 2045,” pungkasnya.
Para penyanggah pada ujian sidang doktoral terbuka tersebut terdiri dari Prof. Dr. Mohammad Nasih, SE., MT, Ak (Pimpinan Sidang), Prof. Badri Munir Sukoco, S.E., MBA., Ph.D (Promotor), Prof. Dr. Fendy Suhariadi, M,T., Psikolog (Copromotor), Prof. Djoko Santoso, dr., Ph.D., Sp.PD.K-GH.FINASIM, Prof. Dr. Bambang Sektiari L, DEA., drh, Prof. Dr. Rudi Purwono, S.E., M.SE, Prof. Dr. Dian Agustia, SE., M.Si., Ak, Dr. Drs. Koko Srimulyo, M.Si dan Prof. Dr. Ir. Mohammad Nuh, DEA. (Caa)












