“Hasilnya jauh lebih menguntungkan daripada dijual mentah. Karena itu, model baru ini akan kami coba terus. Tidak hanya untuk petani kopi. Tetapi juga petani padi, jagung dan kakau,”imbuh Pak De karwo sapaan akrabnya Gubernur Jatim Soekarwo.
Untuk mendukung program tersebut, para petani juga dibelikan mesin pengolah, seperti penggilingan padi, alat pemanas hingga mesin packaging. “Jadi kalau panen tidak perlu lagi dijemur dilantai. Tetapi cukup dipanaskan dengan mesin,”tuturnya.
Sebagai pilot project, Pak De Karwo telah menunjuk tiga wilayah di Jatim. Masing-masing Kabupaten Jombang, Mojokerto dan Nganjuk. “Masa tanam November nanti akan kami mulai. Begitu selesai dan berjalan bagus, akan berganti ke wilayah lain,”paparnya.
Sebab, banyak beberapa daerah di Jatim yang tertarik dengan konsep pembiayaan petani seperti itu. di antaranya adalah Blitar, Trenggalek, Madiun dan Kediri. “Begitu mendengar ada program untuk nilai tambah petani. Semua berebut. Tetapi karena dana terbatas maka harus bertahap,”imbuhnya.












