“Dan kita harus bersyukur bahwa ketika saya tanya apakah pasarnya ramai, semua jawab ramai. Apa yang menjadikan pasar ini ramai ternyata karena maulidan. Mulai daging ayam sampai minyak goreng, beras, polowijo semua yang saya tanya ramai, Alhamdulillah,” imbuhnya.
Peraih gelar Doktor Honoris Causa dari Universitas Airlangga ini kemudian menegaskan bahwa ada aspirasi yang ia dengar dari para pedagang Pasar Srimangunan ini. Mereka berharap bahwa pasar tradisional tidak akan direlokasi.
“Saya mendukung pasar tradisional disini tidak direlokasi. Kita bisa memberikan rekomendasi nanti kepada bupati terpilih. Bahwa pasar tradisional disini, sebetulnya bisa dirangkai dengan pertokoan di lantai dua, tiga. Sementara di lantai bawah tetap menjadi ajang perekonomian pasar tradisional,” kata Khofifah.
Terlebih selama blusukan, Khofifah melihat sendiri melihat masyarakat sangat banyak yang melakukan transaksi jual beli di pasar ini. Yang artinya ekonomi berjalan dengan luar biasa di pasar ini.












