Berita UtamaCakrawala SurabayaIndeksPeristiwa

Pemkot Surabaya Siapkan Infrastruktur Menuju Kota Layak Anak 2030

×

Pemkot Surabaya Siapkan Infrastruktur Menuju Kota Layak Anak 2030

Sebarkan artikel ini

“Data base anak dan remaja, hingga pasangan calon pengantin telah dipersiapkan, sehingga arah pembangunan menuju kota layak anak tahun 2030 bisa presisi diwujudkan,” ujar dia.

Isa Ansori melanjutkan, terdapat berbagai upaya dalam menyiapkan masa depan bagi generasi anak-anak selanjutnya, di antaranya adalah  infrastruktur ramah anak untuk tumbuh kembang optimal. Infrastruktur yang dirancang untuk anak-anak menjadi kunci dalam memastikan perkembangan fisik dan sosial mereka. 

“Sistem transportasi publik yang ramah lingkungan dan terintegrasi di Surabaya menyediakan kenyamanan bagi keluarga. Anak-anak belajar mobilitas dan kemandirian sejak dini. Desain transportasi ini bukan hanya tentang kemudahan akses, tetapi juga menciptakan rasa aman yang penting dalam perkembangan emosional anak-anak,” lanjutnya.

Adanya ruang terbuka hijau dan area bermain menjadi jantung kesejahteraan anak. Menurutnya, Surabaya pada tahun 2030 akan tetap menjaga komitmen untuk menyediakan ruang terbuka hijau. Salah satunya dengan mengusung konsep pocket parks atau taman mini menjadi solusi inovatif, serta dilengkapi dengan fasilitas bermain modern yang dirancang dengan keamanan sebagai prioritas, memastikan anak-anak bisa bermain sambil belajar, baik secara fisik maupun kognitif.

“Fasilitas bermain yang terintegrasi dengan lingkungan perkotaan akan menjadi pusat interaksi sosial bagi anak-anak, membangun keterampilan sosial mereka. Pada saat yang sama, anak-anak belajar tentang pentingnya menjaga alam, memperkuat rasa tanggung jawab terhadap lingkungan,” ujarnya.

Selanjutnya, pendidikan juga memiliki ranah penting dalam mendukung inovasi dan kreativitas anak-anak karena salah satu pilar penting kota layak anak adalah pendidikan. Isa Ansori menilai bahwa Pemkot Surabaya tidak hanya berfokus pada pendidikan formal di sekolah, tetapi juga menyediakan ruang-ruang publik yang mendukung pembelajaran sepanjang waktu. 

“Perpustakaan interaktif yang dilengkapi dengan teknologi seperti Virtual Reality (VR) dan Augmented Reality (AR) akan memberikan pengalaman belajar yang menarik bagi anak-anak. Maka, kota ini mendukung pengembangan intelektual anak melalui cara-cara kreatif dan inovatif, mendorong mereka untuk berpikir kritis sejak usia dini,” terangnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *