Gus Ipul menilai, bahwa penulis mengajak para patriot bangsa untuk menyalakan kembali api revolusi yang sejalan dengan falsafah dan pandangan hidup bangsa Indonesia sendri. Revolusi Pancasila bukan revolusi borjuis, bukan pula revolusi proletar, melainkan revolusi kemanusiaan yang kongruen dengan tuntutan budi nurani kemanusiaan yang bersifat universal dan melampaui batas-batas kelas hingga golongan.
Pengarang Buku Revolusi Pancasila Yudi Latif mengatakan, Revolusi Pancasila harus dimulai dari perubahan besar untuk menuju masyarakat yang merdeka, bersatu, berdaulat adil dan makmur. “Cita cita Pancasila sebenarnya adalah, mewujudkan peri kehidupan kebangsaan yang adil dan makmur,” ungkapnya.
Sementara itu, Hasto Kristanto Sekjen PDIP menegaskan bahwa tujuan bernegara, Pancasila berperan penting sebagai teori teori sosial yang harus dinamis dan progresif. Diibaratkan, bahwa keberadaan Pancasila harus mampu memberikan substansi positif bagi kehidupan bermasyarakat.
Sedangkan, pembicara lain seperti Priyatmoko dan Yahya Staquf sepakat bahwa Pancasila harus menjadi faham yang terus digelorakan di Indonesia. Pancasila harus masuk pada sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bermasyarakat. Karena, Pancasila merupakan Jati diri dari Bangsa Indonesia.(hms/cn01)












