Budiman yang ditemui usai mendampingi kunjungan Menteri BUMN Rini Soemarno di PT PAL Indonesia mengaku kebutuhan kedua negara untuk kapal jenis MRSS sangat banyak, yakni sekitar empat unit. “Namun demikian, hal itu masih disesuaikan dengan kemampuan keuangan kedua negara tersebut,” kata Budiman.
Budiman mengatakan, PT PAL Indonesia juga terus membidik sejumlah pasar kapal dalam negeri dan luar negeri, meski sebelumnya sempat terhambat kasus hukum yang ada pada perusahaan tersebut.
Namun demikian, kata Budiman, PT PAL Indonesia tidak akan bediam diri meski ada hambatan, dan terus membidik pasar yang tidak mempersoalkan kasus hukum tersebut. “Pasar kami sangat luas, yakni dalam negeri dan luar negeri dan kami tetap membidik pasar yang tidak mempermasalahan terkait kasus hukum tersebut,” katanya.



