“Satgas harus memberikan kesadaran. Satgas harus tembus ke bawah melakukan pengawasan. Karena, yang rawan ini yang tidak muncul dipermukaan. Diam-diam kemudian di-drop sembako. Sehingga, warga tidak bisa obyektif dalam memberikan pilihan,” katanya ketika ditemui seusai apel.
Selain itu, komarudin juga berharap masyarakat juga bisa membangun kesadaran kolektif bahwa pemilu itu lahir dari kesadaran rakyat.
“Jadi jangan pemilu karena dipaksa dibujuk. Karena kita punya pengalaman buruk 30 tahun demokrasi yang asal-asalan yang menghasilkan kekacauan. Apa mau kita seperti itu lagi, seperti kata bijak jangan jatuh kelubang yang sama seperti keledai,” tegasnya.
Anggota komisi II DPR RI ini menambahkan bahwa indikasi cawe-cawe di pilkada ini masih ada.



