“Suku bunga yang kita berikan juga sangat rendah di level 7 hingga 9%,” imbuhnya.
Ditambahkan, proses produksi perlu dipertimbangkan sebab di dalamnya mencakup bahan baku, SDM, serta teknologi yang digunakan. Faktor ketiga yakni produk yang dibuat harus bisa mengikuti kebutuhan pasar.
Disamping itu, pemanfaatan teknologi TI juga harus dimaksimalkan, karena masyarakat saat ini lebih menyukai jual beli online. “Lewat teknologi segala bentuk kegiatan jual beli akan menjadi lebih murah, efisien dan cepat. Karenanya perubahan pola perilaku masyarakat ini harus bisa dijadikan peluang bagi pengusaha,” terangnya.
Saat ini, lanjut Gus Ipul, Indonesia sangat kekurangan pengusaha rasionya hanya sekitar satu persen lebih dari jumlah penduduk. Idealnya pada suatu negara jumlah pengusaha yakni tiga persen dari jumlah penduduk yang ada. Oleh sebab itu, semangat wirausaha harus terus ditumbuhkan di kalangan anak muda.



