Salah satu perwakilan nelayan, H Sueb bahkan sampai terlihat emosional hingga mata pria paruh baya tersebut berbinar dan bersuara parau saat menyampaikan keresahannya.
“Kami khawatir nanti budaya kami para nelayan akan hilang. Seperti lomba perahu layar dan lainnya nantinya tidak ada. Budaya ini yang kita pegang juga pasti akan hilang, karena kami kehilangan pekerjaan sebagai nelayan,” tuturnya.
Maka dari itu dirinya sangat menolak adanya reklamasi di pesisir timur surabaya.
Selain H Sueb, ada juga Mukminin perwakilan dari para nelayan Mulyorejo, yang mengaku khawatir jika proyek reklamasi akan merusak lingkungan.
“Dengan adanya proyek reklamasi tentu kami dan para nelayan tambak khawatir saat memasukkan air laut kedalam tambak karena ada aktivitas proyek reklamasi yang bisa merusak air sehingga sangat beresiko jika air iti masuk kedalam tambak kami,” ungkapnya.












