“Semua peristiwa tidak boleh berlalu, pemerintah harus merekam peristiwa di kota untuk dianalisa dan kemudian dibuat kebijakan seperti apa agar tidak terulang,” ucap dia.
Sehingga ungkapnya, Dinkes dapat membentuk langkah antisipasi, dimana Dinas Kesehatan bisa melakukan sosialisasi tentang pola hidup sehat kepada warga, dengan mengacu pada data aktivitas layanan ambulans gratis.
“Kan juga sudah ada ‘1 Nakes 1 RW’, program ambulans bisa dihubungkan. Pemkot dengan begitu secara langsung mengajak masyarakat membangun wilayahnya, tidak hanya fisik tetapi non fisik juga,” ujarnya.
Pendataan tersebut kata politisi PKS Surabaya tersebut dilaporkan secara bulanan. Dimana mobilisasi ambulans harus terdata selama 24 jam.












