Berbeda dengan sushi yang identik dengan makanan tradisional Jepang, takoyaki ternyata terinspirasi dari makanan Barat.
Pada akhir abad ke-19, penjual kaki lima di Osaka mulai membuat jajanan yang menyerupai kue panekuk Amerika dengan isian gurita.
Jajanan ini kemudian berkembang menjadi takoyaki yang kita kenal sekarang.
3. Evolusi Rasa yang Beragam
Awalnya, takoyaki hanya diisi dengan gurita dan sedikit adonan tepung.
Seiring waktu, isian takoyaki semakin beragam, seperti potongan daging sapi, cumi-cumi, udang, sosis, bahkan keju dan mozarella.
Tak hanya itu, saus takoyaki pun berevolusi dari saus sederhana menjadi berbagai macam pilihan, seperti saus takoyaki klasik, saus teriyaki, saus mayo, dan bahkan saus pedas.
4. Festival Takoyaki yang Meriah
Takoyaki bukan hanya camilan biasa, tetapi juga menjadi bagian dari budaya Jepang.












